Cara Kerja Algoritma Google, Tujuan + 13 Jenis Terpenting

Cara kerja algoritma google

Terlepas Anda praktisi SEO atau pemilik website yang memperkerjakan ahli SEO, memahami cara kerja algoritma Google adalah penting.

Kemampuan Anda memahami cara kerja algoritma Google, baik pola dan faktor-faktor yang diperhitungkan mereka, jelas akan menjadi panduan berharga saat Anda membangun sebuah website.

Tercatat, Google telah melakukan beberapa kali perubahan terhadap algoritma search engine. Terakhir mereka memperkenalkan sebuah konsep baru, yaitu Google BERT. Sebelumnya pun Google juga memperkenalkan algoritma mereka dengan berbagai nama dan istilah lain.

Pengertian Algoritma Google

Algoritma Google

Apa itu algoritma Google? Pengertian secara umum, algoritma adalah sistem yang digunakan di dalam memecahkan masalah dengan menggunkan instruksi atau perintah bahasa komputer. Algoritma merupakan sebuah otak dari hasil pencarian yang muncul ketika Anda memasukkan kata kunci tertentu. Jadi, ketika Anda mencari sebuah informasi di Google, informasi yang Anda dapatkan tersebut merupakan hasil dari kerja algoritma.

Algoritma Google harus selalu berusaha memberikan kenyamanan kepada para pengguna internet. Untuk itu, Google selalu meningkatkan kinerja algoritmanya agar sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk itu, Google akan terus memperbarui kinerja algoritmanya agar dapat memenuhi kebutuhan para pengguna internet.

Misalnya ketika terdapat lonjakan terhadap penggunaan smartphone di dunia, Google kemudian memperkenalkan algoritma bernama Mobile First Index. Tujuannya agar website-website yang ada tersebut mampu menerapkan sebuah konsep bernama Mobile Friendly. Contoh lainnya yaitu ketika terdapat laporan tentang keamanan website, Google kemudian menghadirkan algoritma yang mengutaman website yang telah terpasang sertifikat SSL.

Itu hanya beberapa contoh dari pembaruan yang dilakukan oleh Google. Sebenarnya masih banyak pembaruan lainnya yang semaunya bertujuan untuk membuat para pengguna internet merasa nyaman dan aman ketika mereka mencari informasi di website. Informasi yang mereka dapatkan pun sesuai dengan yang mereka inginkan.

Tujuan adanya update algoritma Google

Setelah memahami pengertian algoritma Google mungkin sekilas Anda telah memahami apa tujuan adanya algoritma. Anda juga mungkin telah memahami apa alasan Google selalu mengupdate algoritma mereka dari waktu ke waktu. Pada saat Anda melakukan sebuah pencarian pada mesin pencarian, konten yang Anda lihat tersebut merupakan sebuah hasil penilaian PageRank atau hasil kurasi.

Algoritma Google juga bertujuan untuk memudahkan para pengguna agar memperoleh informasi yang telah terkurasi serta sesuai standar Google. Di bawah ini merupakan beberapa contoh mengapa Google selalu mengumumkan adanya update algoritma.

1. Agar tetap sesuai dengan tren masa kini

Tidak jarang Google memperkenalkan pembaruan algoritma yang nanti akan berpengaruh terhadap ranking yang ada di SERP. Ketika Anda selalu mengikuti update terbaru dan juga memahami tujuan serta cara kerjanya, Anda bisa mengetahui langkah atau strategi apa yang harus Anda lakukan agar website Anda berada di posisi yang bagus di SERP.

Anda juga bisa mengetahui kira-kira website atau konten seperti apa yang nanti dianggap menyalahi ketentuan Google. Maka dari itu, Anda harus selalu mencari dan mengetahui informasi terbaru seputar update algoritma tersebut. Update algoritma bisa terjadi kapan saja baik setiap minggu, bulan, bahkan bisa setiap hari. Jadi, Anda jangan sampai ketinggalan informasi.

2. Menghadirkan konten yang sesuai 

Tujuan kedua dari adanya update algoritma adalah untuk memastikan bahwa website-website yang ada di internet tersebut menghadirkan sebuah konten yang sesuai atau relevan. Konten-konten tersebut harus sesuai dengan prinsip atau ketentuan-ketentuan yang ada di dalam SEO. Konten-konten tersebut juga harus sesuai dengan informasi yang dicar oleh pengguna.

Maka dari itu, sebagai pemilik atau pengelola website maka Anda harus membuat konten yang berkualitas. Konten yang Anda buat tersebut harus selalu memperhatikan kaidah pembuatan konten di SEO. Dengan begitu, website atau konten Anda memiliki peluang yang besar untuk menempati posisi tertinggi d mesin pencari. Setelah itu, traffic website akan meningkat dan banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan.

3. User experience meningkat

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peringkat website selain konten yang berkualitas. Salah satu faktor tersebut adalah user experience. Pengguna yang mendapatkan pengalaman yang baik maka website atau konten tersebut juga akan menempati posis yang bagus di mesin pencari. Sebaliknya, jika ternyata user experience-nya buruk atau bahkan kontennya tidak relevan dengan yang dijanjikan, maka bounce rate akan meningkat.

Bounce rate adalah persentase pengunjung website Anda. Akan tetapi, mereka tidak melakukan tindakan apa pun misalnya mengklik link, menulis komentar, dan lain-lain. Bisa juga pengguna tersebut hanya datang ke website Anda dan kemudian langsung pergi. Jangan sampai bounce rate meningkat karena hal ini bisa merugikan diri Anda dan konten Anda sendiri.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah meningkatkan user experience. Anda harus bisa memberikan informasi sesuai keinginan pengunjung website Anda. Dengan begitu, bounce rate akan menurun dan website atau konten Anda akan memperoleh posisi yang bagus di search engine Google.

Cara Kerja Algoritma Google

Setelah memahami alasan dibalik banyaknya update algoritma, sekarang Anda juga perlu memahami seperti apa cara kerja algoritma Google tersebut.

Secara umum, algoritma atau mesin pencari memiliki tiga peran penting yaitu crawling, indexing, dan retrieval. Penjelasan ketiganya akan kami berikan di bawah ini.

1. Crawling

Crawling merupakan tahap pertama dari cara kerja algoritma Google. Crawling dilakukan ketika search engine mengakuisisi data yang terdapat pada sebuah website. Tahap tersebut meliputi scanning serta berusaha mengumpulkan detail yang berasal dari berbagai halaman website misalnya judul, keyword, internal link, dan lain sebagainya.

Setiap crawler akan mengumpulkan data yang tidak sama. Bot atau spider akan mengunjungi berbagai halaman website tersebut dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan Google Spiders mampu membaca ribuan page atau halaman hanya dalam hitungan detik. Crawler tersebut nanti juga akan mengunjungi halaman tersebut kembali untuk mengecek apakah ada perubahan yang sudah dilakukan oleh website.

Sebagian halaman akan diberikan tanda “nonindex”. Tanda tersebut menginstruksikan agar bot tidak lagi mengindex halaman tersebut. Salah satu tujuan pemberian tanda tersebut adalah untuk menghindari duplicate content atau konten ganda. Sebuah halaman yang tidak terindex tersebut dinamakan deep web.

2. Indexing

Setelah crawling, tahap kedua adalah indexing. Tahap ini akan memproses data yan telah di-crawl tersebut kemudian meletakkannya di database. Anda bisa membayangkan memiliki buku dalam jumlah yang sangat banyak. Anda mencatat berbagai data yang terdapat di dalam buku tersebut, mulai dari pengarang, genre, banyaknya  halaman, tahun terbit, dan lain-lain.

Jika crawling merupakan proses yang dilakukan ketika Anda membaca keseluruhan data, sementara indexing merupakan proses di mana Anda membuat sebuah catatan mengenai seluruh data pada buku. Itulah cara kerja indexing terhadap berbagai halaman atau data yang berasal dari website di seluruh dunia.

3. Retrieval dan Ranking

Retrieval merupakan sebuah proses ketika mesin pencari memproses pertanyaan dan permintaan yang biasanya Anda ketik. Kemudian mesin pencari tersebut akan menampilkan halaman yang paling sesuai dengan permintaan atau informasi yang Anda cari. Algoritma Google memiliki metode tersendiri di dalam menentukan halaman man saja yang dianggap memiliki informasi yang relevan sesuai permintaan.

Pada dasarnya setiap perusahaan mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo, dan lain-lain memiliki algoritma yang berbeda-beda. Hal ini juga berpengaruh terhadap penentuan peringkat atau ranking website atau konten tersebut. Namun kuncinya adalah semakin mesin pencari tersebut menghadirkan konten yang sesuai, maka semakin baik algoritma yang dimilikinya.

Macam-macam Algoritma Google

Algoritma Google

Setelah memahami cara kerja algoritma Google, selanjutnya, selanjutnya yang tidak kalah penting adalah tentang apa saja jenis algoritma Google yang ada saat ini.

Setidaknya, ada 13 versi paling penting sepanjang sejarah update algoritma. Diantaranya yakni;

1. Google Panda

Google panda tercatat sebagai algoritma Google yang rilis pada 24 Februari 2011. Algoritma ini setiap tahun selalu mengalami pembaruan agar kinerjanya lebih optimal. Pembaruan tersebut terjadi hingga Juli 2015. Kehadiran Google Panda adalah untuk memantau serta memfilter mana saja konten yang memiliki kualitas rendah.

Panda akan mendeteksi mana saja konten yang menggunakan keyword stuffing, spamming user, miskin data, dan lain sebagainya. Sejak adanya algoritma ini, para blogger maupun webmaster mulai memperhatikan kualitas konten yang mereka buat. Mereka tidak bisa membuat konten sembarangan, apa lagi jika konten tersebut melanggar ketentuan Google.

Dengan membuat konten yang berkualitas, website atau blog mereka berpotensi berada di posisi pertama. Jika ada website yang memiliki kualitas rendah, maka Google Panda akan memberikan penalti. Penalti tersebut bisa berupa penurunan peringkat sampai website tersebut dihilangkan dari mesin pencari.

Baca lebih spesifik lagi disini: Apa Itu Algoritma Google Panda

2. Google Venice

Seiring bertambahnya jumlah pengguna search engine di dunia, Google merespon pertumbuhan tersebut dengan memperkenalkan Google Venice. Sebuah algoritma Google yang memiliki tugas untuk menyesuaikan hasil pencarian dengan lokasi pengunjung. Adapun patokan yang digunakan Google Venice di dalam menampilkan penelusuran tersebut yaitu alama IP pengguna.

Hasil dari kinerja Google Venice bisa Anda lihat pada saat melakukan pencarian terhadap keyword atau informasi tertentu. Misalnya Anda mengetikkan kata “laut”. Hasil yang akan muncul di layar smartphone atau komputer adalah laut yang ada di Indonesia dan bukan dari Jepang, Filipina, atau negara lainnya.

Akan tetapi, roll out Google Venice memang masih terdengar kurang familiar di kalangan webmaster maupun blogger. Hal ini karena kedatangan algoritma ini bersamaan dengan hadirnya Google Penguin.

Baca: Apa itu Google Venice?

3. Google Penguin

Algoritma Google yang selanjutnya adalah Google Penguin. Algoritma ini hadir untuk membuat persaingan di search engine menjadi lebih adil. Penguin pertama kali diperkenalkan pada April 2012. Kedatangannya sempat membuat heboh para penganut SEO blackhat. Hal ini karena Penguin memiliki tugas khusus.

Google Penguin bertugas mengidentifikasi apakah ada spam backlink dengan melihat apakah ada over optimasi, anchor text yang tidak sesuai, atau mungkin link yang tidak natural. Jika Anda memiliki website yang terindikasi menerapkan cara-cara blackhat, maka Penguin tidak segan memberikan hukuman.

Google Penguin bisa saja menenggelamkan website Anda tersebut ke dalam jurang sandbox yang paling dalam. Meskipun begitu, Penguin masih bisa Anda jinakkan dengan beberapa cara yang cukup mudah dan sederhana. Anda hanya perlu mengikuti panduan dari Google Webmaster atau yang dinamakan juga Google Search Console.

Selengkapnya: Tugas Utama Algoritma Google Penguin

4. Google Pirate

Sesuai dengan namanya, Google Pirate merupakan algoritma Google yang bertugas untuk menangani konten bajakan. Berbagai konten bajakan akan menjadi santapan empuk Google Pirate dan membuat konten tersebut tidak muncul serta mendominasi di hasil pencarian.

Berdasarkan informasi yang ada, website yang terkena pengaruh Google Pirate yaitu website software, download film, musik, maupun website yang menyediakan buku bajakan. Bersamaan dengan kemunculannya, para pengguna juga diberikan fasilitas atau akses jika menemukan konten bajakan atau ilegal, termasuk konten yang melanggar copyright atau hak cipta.

Para pengguna bisa melaporkan melalui DMCA atau Digital Millenium Copyright Act. Dengan begitu, konten-konten yang merugikan tersebut tidak akan muncul di mesin pencari.

Baca juga:  3 Fakta Penting Algoritma Google Pirate

5. Google Hummingbird

Dibandingkan beberapa algoritma Google yang telah diperkenalkan, bisa dikatakan bahwa Google Hummingbird merupakan penyempurna. Hal ini karena di dalam Hummingbird terdapat jejak-jejak dari Google Penguin, Google Panda, dan beberapa algoritma pendahulunya.

Algoritma ini pertama kali diperkenalkan pada 22 Agustus 2013. Fokus utama dari Google Hummingbird adalah membantu dalam menentukan konten yang benar-benar relevan dengan kata kunci yang diketik pengguna. Itu artinya, ketika ada pengguna memasukkan keyword dan ternyata konten yang muncul tidak relevan, maka ini tugas Google Hummingbird untuk memberi hukuman.

Baca juga: Apa Itu Algoritma Hummingbird Google?

6. Google Pigeon

Google juga memberikan perhatian kepada bisnis lokal agar dapat ditemukan dengan mudah. Untuk itu Google menghadirkan algoritma bernama Google Pigeon. Algoritma tersebut hadir dengan parameter penelurusan yang sesuai lokasi pengguna. Anda bisa mencoba dengan memasukkan keyword “restoran”.

Hasil dari keyword tersebut nanti disajikan berupa entri yang berasal dari Google Maps. Selain itu, kehadiran Google Pigeon juga untuk memberi penilaian pada kualitas SEO on page maupun SEO off page. Untuk itu, ketika Anda memiliki website yang tidak dioptimasi, siap-siap berada di halaman paling belakang.

Baca selengkapnya: Algoritma Google Pigeon dan Dampaknya Pada SEO Lokal

Mungkin Anda juga tertarik dengan konten yang terkait dengan aplikasi Google Pigeon: Cara optimasi Google Maps

7. Berbasis SSL/HTTP

Bukan rahasia lagi jika algoritma Google akan memprioritaskan website yang telah menerapkan sertifikasi SSL. Algoritma ini hadir pertama kali pada 2014 dan masih tetap digunakan hingga sekarang karena memang masih relevan. Selain berperan untuk menunjang peringkat di mesin pencari, SSL ini juga hadir untuk memberi banyak manfaat bagi website.

Salah satu manfaatnya adalah meminimalisir adanya pencurian data pribadi para pengguna, menjaga perangkat agar tidak dimasuki malware, serta melindungi transaksi pada website yang bergerak di bidang e-commerce. Maka dari itu, penting bagi sebuah website untuk memasang sertifikat SSSL ini.

Beberapa website yang disarankan memasangnya antara lain website pribadi, website tentang company profile, maupun website toko online. Jika Anda memiliki website yang masih belum tersertifikasi SSL, anda harus segera memesannya.

Baca juga: Apa itu SSL?

8. Mobilegeddon atau Algoritma Mobile First Index

Hadirnya algoritma Google ini sebagai respon terhadap peningkatan jumlah pengguna smartphone. Algoritma ini hadir untuk memprioritaskan para pengguna yang mengakses website melalui perangkat mobilenya. Tampilan website dibuat agar mobile friendly sehingga membuat pengguna merasa nyaman meskipun membuka lewat hp.

Algoritma Mobile First Index juga dinamakan Mobilegeddon. Algoritma ini pertama kali diperkenalkan pada 2015 yang langsung menandai sebuah era website yang responsif. Website responsif adalah website yang dapat menyesuaikan tampilannya dengan berbagai perangkat mobile.

9. Google RankBrain

Google RankBrain pertama kali diperkenalkan pada 2016. Pada waktu itu, algoritma ini hadir bersamaan dengan viralnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent serta optimasi berdasarkan search intent agar bisa memberikan hasil pencarian yang sesuai.

Sejak awal kemunculan Google RankBrain, kata kunci yang dibidik lebih fleksibel dan tidak kaku. Hal ini karena web crawl dapat menampilkan informasi berdasarkan kata-kata yang sesuai.

Kehadiran RankBrain, membuat Google seolah mampu membaca makna setiap konten dalam sebuah website.

Berbagai faktor penting: Algoritma RankBrain Google

10. Google Possum

Setelah Google RankBrain dirilis, algoritma Google yang hadir setelahnya adalah Google Possum. Perilisan keduanya ini membuat peta persaingan di mesin pencari menjadi lebih berkembang dan dinamis. Fokus utama dari Google Possum yaitu untuk mengoptimalkan pencarian lokal dengan berdasarkan lokasi maupun keyword yang diketik di kolom pencarian.

11. Google Mobile 

Untuk memaksimalkan user experience, Google memperkenalkan pembaruan terbaru terhadap algoritma mobile pada 2015. Sekarang Google menghadirkan projek baru yaitu AMP atau Accelerate Mobile Pages yang diprediksi akan menjelma sebagai revolusi selanjutnya. Google Mobile berfokus pada kecepatan website pada saat diakses melalui perangkat mobile.

12. Google Medic

Google Medic merupakan algoritma Google yang berfokus pada website-website tentang kesehatan agar tidak sampai salah dalam memberikan informasi. Kita tahu bahwa berbagai informasi sudah bisa kita dapatkan dengan mudah melalui internet.

Apa saja yang kita ketikkan pasti akan muncul di layar hp atau komputer.

Akan tetapi, kita tidak bisa mengetahui dan memfilter mana website yang menyediakan informasi valid dan mana yang menyediakan informasi abal-abal.

Berkat Google Medic, para pengguna bisa lebih terlindungi ketika mencari informasi seputar kesehatan, terutama orang awam.

Algoritma ini akan melindungi pengguna agar mendapatkan informasi valid dan tidak menyesatkan. Apa lagi kita berada di tengah pandemi seperti ini sehingga jangan sampai ada pengguna yang salah memperoleh informasi seputar covid-19.

13. Google BERT

Algoritma Google BERT merupakan algoritma terbaru yang rilis pada akhir 2019. Nama BERT sebenarnya merupakan singkatan dari Bidirectional Encoder Representations from Transformers yang merupakan sebuah teknologi.

Algoritma BERT bekerja dengan mengembangkan hasil penelurusan dengan berdasarkan machine learning.

Dengan begitu, Google bisa lebih memahami bahasa yang diketik oleh pengguna lengkap dengan konteksnya. Untuk itu, salah satu kunci  agar dapat bersaing di era BERT ini adalah dengan memasukkan kata kunci sinonim. Anda juga bisa menjelaskan konten Anda secara detail dengan memberi informasi secara lengkap.

Selengkapnya, apa itu: Algoritma Google BERT

Faktor Penentu Pencarian di Google

Ada beberapa faktor agar Anda bisa mengetahui apa yang ingin Anda cari dan Anda harus ke mana untuk mendpatkan informasi yang Anda inginkan. Di bawah ini merupakan beberapa faktor penentu yang harus Anda perhitungkan.

1. Intensi atau Makna Sebuah Query

Memahami keinginan yang ada di benak pengunjung merupakan hal yang ditekankan Google agar memberikan hasil pencarian terbaik yang relevan. Maka dari itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan analisa terhadap query yang ada di kolom pencarian.

Google mempunyai sistem yang bisa mengerti setiap kata yang ingin dicari atau ditelusuri, termasuk sinonim dari kata atau topik yang ingin dicari tersebut.

Selain itu, algoritma Google juga memiliki kemampuan di dalam melakukan penelusuran menggunakan berbagai bahasa, bahkan ketika terdapat kesalahan eja.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami seperti apa search intent yang berasal dari target pengguna. Terlebih lagi ketika Anda sedang melakukan riset kata kunci di dalam SEO.

2. Relevansi Webpages

Setelah memahami keinginan pengguna, Google kemudian akan mulai mencari apa saja halaman yang cocok dengan query yang Anda masukkan atau ketikkan. Algoritma Google akan melakukan peninjauan terhadap topik penelusuran.

Selanjutnya, algoritma tersebut mulai menganalisa frekuensi serta lokasi keyword pada judul atau header serta konten atau isi di halaman web.

Selain mencocokkan keyword, Google juga mempunyai data interaksi tersembunyi yang bertugas untuk menilai hasil pencarian. Data tersebut akan diubah menjadi sinyal untuk membantu machine learning dalam memperkirakan relevansinya.

Kita ambil contoh, pada saat Anda mengetik kata kunci “kucing”. Mesin pencari akan mulai menampilkan informasi terkait gambar, video, maupun ras atau jenis-jenis kucing. Google juga akan merekomendasikan halaman yang relevan berdasarkan bahasa yang Anda masukkan.

3. Kualitas Konten

Kualitas konten juga merupakan salah satu kunci yang menentukan seperti apa nasib website Anda di dalam mesin pencari. Kita tahu bahwa ada jutaan halaman atau website di internet dengan berbagai informasi di dalamnya.

Algoritma Google memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kualitas dari konten pada setiap website tersebut.

Google akan menganalisa apakah website yang bersangkutan menyediakan informasi yang bermanfaat dan relevan sesuai dengan apa yang dicari pengguna. Ada beberapa faktor untuk menentukan apakah konten tersebut berkualitas atau tidak.

Beberapa contohnya seperti relevansi konten, jumlah kata kunci, jumlah kata per halaman, dan lain sebagainya.

Bahkan backlink pada konten tersebut juga akan menadi pertimbangan untuk menentukan kualitas dari sebuah konten.

Contohnya, ketika ada situs terkenal yang membahas topik yang sama kemudian menautkan pada halaman website Anda, maka informasi di situs tersebut dinilai berkualitas.

Google juga memiliki algoritma yang akan mengidentifikasi konten yang terindikasi memiliki spam. Setelah itu Google akan menghapusnya. Hal ini juga senada dengan website atau konten yang melanggar ketentuan webmaster Google.

Baca: Apa itu Backlink, Jenis + 7 Manfaat Penting Untuk Website

4. Usability Webpages

Sebelum Google menampilkan hasil pencarian, terlebi dahulu Google akan mengevaluasi berbagai informasi yang tersedia terlebih dahulu.

Beberapa hal yang menjadi urertimbangan Google antara lain: kuantitas dari hasil penelusuran, relevansi topik, dan luas atau semptinya informasi yang ada pada halaman website.

Ketika semuanya sudah terpenuhi, sistem Google akan memberikan peringkat dan hasilnya akan muncul di layar perangkat Anda.

Bukan itu saja, algoritma Google juga berperan untuk mengecek kecepatan website atau halaman yang diakses, mengecek apakah website tersebut mobile friendly atau tidak.

Selain itu, Google juga mengecek seperti apa tampilan website tersebut ketika dibuka di browser yang lain.

Untuk membantu para pemilik website agar websitenya bekerja sesuai dengan standar algoritma Google, maka Google memperkenakan fitur bernama Webpagetest.org. dan PageSpeed Insights.

5. Pengaturan dan Konteks

Riwayat penelusuran, lokasi, maupun pengaturan penelusuran juga memiliki peran penting di dalam menampilkan hasil pencarian.

Misalnya, ketika Anda berada di London dan Anda mengetik kata kunci “football”. Informasi yang muncul di layar perangkat Anda adalah tentang Liga Primer Inggris atau sepak bola yang ada di Selandia Baru.

Google juga mempunyai fitur yang bertugas untuk mempersonifikasikan hasil pencarian dengan berdasarkan minat dan juga aktivitas akun Anda.

Hal yang berlaku juga pada setelan bahasa maupun aktivasi SafeSearch, sebuah fitur yang akan memfilter hasil pencarian secara eksplisit.

Untuk mematikannya, Anda bisa melakukannya dengan masuk ke pengaturan Aktivasi Web dan Aplikasi. Jadi, agar website Anda berada di peringkat teratas maka ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan yaitu:

  • Membuat konten yang berkualitas, kekinian, SEO Friendly, terpercaya, dan padat informasi
  • Membuat situs yang memiliki tampilan user friendly baik ketika diakses melalui komputer, laptop, smartphone, tablet, atau ketika dibuka di browser lain
  • Membuat konten sesuai dengan algoritma Google terbaru

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai cara kerja algoritma Google, pengertian, tujuan dan jenis yang perlu di ketahui. Semoga bermanfaat.

3 komentar untuk “Cara Kerja Algoritma Google, Tujuan + 13 Jenis Terpenting”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top