Apa Itu e-Commerce? Defenisi, Jenis + 8 Contohnya

Apa Itu e-Commerce

e-Commerce adalah istilah dalam bahasa Inggris. Secara harafiah dalam bahasa Indonesia artinya e-niaga. Ini dimaksudkan untuk menggambarkan sistem perdagangan elektronik. Sebuah model bisnis yang memungkinkan siapa pun melakukan proses jual beli melalui internet.

Apa Itu e-Commerce?

Jadi, E-commerce mengacu segala bentuk jual beli yang dilakukan secara online. Seperti pembelian dan penjualan barang atau jasa. Termasuk sistem transfer uang dan data untuk melakukan transaksi ini. 

Istilah E-commerce juga dapat digunakan pada proses penjualan produk fisik, juga dapat menggambarkan segala jenis transaksi komersial yang difasilitasi media internet.

Sedangkan e-bisnis mengacu pada semua aspek operasi bisnis online, e-commerce mengacu secara khusus pada transaksi barang dan jasa.

Sejarah e-commerce dimulai dengan penjualan pertama online: pada 11 Agustus 1994 seorang pria menjual CD oleh band Sting kepada temannya melalui website-nya NetMarket, sebuah platform ritel Amerika. Ini adalah contoh pertama konsumen membeli produk dari bisnis melalui World Wide Web—atau “e-niaga”.

Dan terus berkembang hingga seperti Anda ketahui saat ini.

e-Commerce telah berevolusi menjadi semakin kompleks. Membuat produk lebih mudah ditemukan dan dibeli melalui pengecer dan pasar online. Pekerja lepas independen, usaha kecil, dan perusahaan besar semuanya mendapat manfaat dari sistem e-niaga, yang memungkinkan mereka untuk menjual barang dan jasa dalam skala yang tidak mungkin dilakukan dengan ritel offline tradisional.

Penjualan e-niaga ritel secara global diproyeksikan mencapai $27 triliun pada tahun 2020.

Jenis e-Commerce

Ada empat jenis utama model e-Commerce yang dapat menggambarkan hampir setiap transaksi yang terjadi antara pelaku bisnis dan konsumen.

Itu diantaranya;

  1. Business to Consumer (B2C):

B2C adalah proses dimana bisnis menjual barang atau jasa kepada konsumen individu (misalnya Anda membeli sepasang sepatu dari pengecer online).

  1. Business to Business (B2B):

B2B adalah proses dimana sebuah bisnis menjual barang atau jasa ke bisnis lain (misalnya Bisnis menjual aplikasi sebagai layanan untuk digunakan bisnis lain)

  1. Consumer to Consumer (C2C):

C2C adalah proses dimana seorang konsumen menjual barang atau jasa ke konsumen lain (misalnya Anda menjual motor bekas Anda di olx.co.id ke konsumen lain).

Contoh e-Commerce

e-Commerce dapat bekerja dalam berbagai bentuk yang melibatkan hubungan transaksional yang berbeda antara bisnis dan konsumen, serta berbagai objek yang dipertukarkan sebagai bagian dari transaksi ini.

Sebagai contoh e-Commerce yang dikenal saat ini adalah;

  1. Ritel: Penjualan produk oleh bisnis langsung ke pelanggan tanpa perantara.
  2. Grosir: Penjualan produk dalam jumlah besar, seringkali dari distributor ke pengecer yang kemudian menjualnya langsung ke konsumen.
  3. Dropshipping: Penjualan produk, yang diproduksi dan dikirim ke konsumen oleh pihak ketiga.
  4. Crowdfunding: Pengumpulan uang dari konsumen sebelum produk tersedia untuk meningkatkan modal awal yang diperlukan untuk pembelian di pasar.
  5. Berlangganan: Proses pembelian yang dilakukan berulang secara otomatis dari suatu produk atau layanan secara teratur sampai pelanggan memilih untuk menghentikannya.
  6. Produk fisik: Setiap barang berwujud yang membutuhkan persediaan untuk diisi ulang dan pesanan untuk dikirim secara fisik ke pelanggan saat penjualan dilakukan.
  7. Produk digital: Barang digital, template, dan kursus yang dapat diunduh, atau media yang harus dibeli untuk dikonsumsi atau dilisensikan untuk digunakan.
  8. Layanan: Keahlian atau serangkaian keterampilan yang diberikan sebagai imbalan atas kompensasi. Waktu penyedia layanan dapat dibeli dengan biaya tertentu. Seperti kami, menjual jasa SEO atau jasa backlink yang akan dibayar oleh pelanggan yang membutuhkannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 8 =

Scroll to Top