Visual Search: Trend SEO Terbaru + 3 Cara Adaptasi Dengannya

Google Lens Visual Search

Jika anda dalam proses belajar teknik SEO, mungkin Anda pernah mendengar ulasan tentang Visual Search. Ini adalah trend SEO masa depan. Mempersiapkan diri dan beradaptasi dengan ini, sepertinya sangat diperlukan.

Namun apa sebenarnya Visual Search ini? Dan apa yang membuatnya diprediksi akan menjadi trend SEO di masa depan?.

Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan secara bertahap mengenai apa itu visual Search. Termasuk alasan mengapa ia banyak disebut akan menjadi salah satu trend SEO. Dan tentu, tentang cara membuat website anda beradaptasi dengannya. 

Langsung saja, berikut adalah ulasan lengkapnya yang telah saya rangkum untuk anda.

Apa Visual Search?

Visual Search
Source: pexels.com

Visual Search adalah teknologi AI (Artificial Intelligence) yang merupakan bagian dari sensory search, yakni teknologi pencarian online yang menggunakan input gambar maupun suara.

Sesuai dengan namanya, Visual search ini menggunakan foto, screenshot atau gambar yang diambil sebagai input dalam pencarian. Sehingga penggunanya tidak perlu menggunakan keyword untuk menelusuri informasi dari sebuah objek yang dicari.

Menilai fungsi yang ditawarkan oleh visual search ini, teknologi visual search ini diklaim akan sangat membantu perusahaan e-commerce untuk mempromosikan dan menjual produk mereka.

Platform Yang Menggunakan Teknologi Visual Search

Saat ini sendiri, sejumlah perusahaan teknologi raksasa telah mengembangkan teknologi visual search ini sebagai fitur di platform mereka. Sebut saja beberapa diantaranya adalah Google, Pinterest, Bing, Amazon dan juga Snapchat.

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa contoh teknologi visual search di sejumlah platform besar yang berhasil saya temukan.

Pinterest Lens

Pinterest Lens
Source: impactplus.com

Diperkenalkan pada tahun 2017 lalu, pinterest lens adalah fitur visual search yang dikembangkan oleh platform pinterest. Berdasarkan pada pengumuman dari Pinterest sendiri, teknologi visual search ini dapat mengenali lebih dari 2.5 miliar objek melalui penelusuran gambar.

Pinterest Lens memungkinkan penggunanya untuk mengambil gambar dari suatu objek dan menggunakannya sebagai input pencarian. Teknologi ini akan menyajikan hasil penelusuran gambar yang serupa dengan gambar yang digunakan sebagai input pencarian.

Pinterest sendiri mengungkap bahwa teknologi visual searchnya adalah pendukung terbaik bisnis berbasis online. Melalui pinterest lens, penggunanya dapat mengidentifikasi  informasi dari produk atau item yang dilihatnya dengan mudah, cukup dengan mengambil foto dari produk yang ingin ditelusuri.

Bing Visual Search

Bing Visual Search
Source: lifewire.com

Bing juga adalah salah satu platform besar yang tidak ketinggalan ikut mengembangkan teknologi visual search ini. Namun dibandingkan dengan Pinterest Lens, Bing Visual Search memiliki cara kerja yang sangat berbeda.

Jika harus dijelaskan dalam bahasa yang sederhana, bing visual search ini menyajikan informasi seperti layaknya search engine bing itu sendiri. Dalam hal ini, memiliki preferensi penelusuran  yang sama dengan mesin pencari bing.

Jika bing visual search ini mendeteksi shopping intent (keinginan untuk berbelanja) dalam penelusuran yang dilakukan, maka ia akan menyajikan penelusuran gambar yang serupa dengan input pencarian beserta informasi produknya, termasuk harga.

Sebagai contoh:

Misalnya anda mengambil gambar mouse gaming dan kemudian menelusurinya dengan Bing Visual Search, maka teknologi ini akan menyajikan penelusuran gambar mirip dengan gambar yang anda gunakan untuk pencarian dan juga informasi produknya.

Sedangkan jika, anda mengambil foto sebuah tempat dan menelusurinya, maka Bing visual search akan menyediakan hasil penelusuran gambar yang mirip dan informasi mengenai tempat tersebut.

Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa Bing Visual Search ini memiliki kemampuan layaknya dengan mesin pencari bing, namun dengan input pencarian gambar.

Snapchat Camera Search

Snapchat Camera Search
Source: phys.org

Pada tahun 2018 lalu, Snapchat memperkenalkan teknologi visual search terbaru bernama Snapchat Camera Search kepada para penggunanya. Yang uniknya, teknologi ini dikembangkan untuk mempermudah pengguna snapchat untuk menemukan produk di amazon melalui identifikasi barcode.

Snapchat Camera Search ini berhasil mengenai barcode suatu produk di suatu gambar, maka teknologi visual search ini akan menampilkan hasil penelusuran berbentuk card yang menawarkan penggunanya tautan ke halaman amazon untuk membeli produk tersebut.

Namun sayangnya, hingga saat ini platform snapchat sendiri belum menginformasikan lebih lanjut mengenai pengembangan teknologi visual search mereka ini. 

Google Lens

Google Lens Visual Search
source: lifewire.com

Google lens pertama kali dirilis pada 2017 lalu dan langsung menjadi teknologi visual search paling populer di dunia, bahkan hingga saat ini. Teknologi visual search ini dapat ditemukan dengan mudah di sejumlah aplikasi Android besutan Google seperti Google Photos, Google Assistant dan Google Search.

Dengan kemampuannya yang dapat dipadukan dengan sejumlah aplikasi lainnya, Google lens dapat dikatakan sebagai teknologi visual search yang tidak memiliki batas. Teknologi ini dapat mempermudah penggunanya untuk menemukan beragam informasi melalui gambar yang digunakan sebagai input pencarian. Sebagai contoh:

Misalnya, anda berada di luar negeri dan melihat rambu lalu lintas yang anda tidak mengerti artinya. Maka anda dapat menggunakan Google Lens ini untuk menemukan informasi mengenai mengenai rambu lalu lintas tersebut. Anda hanya perlu mengambil gambar dari rambu lalu lintas tersebut dan menelusurinya menggunakan Google Lens ini.

Google Lens akan langsung menampilkan penelusuran gambar yang mirip dengan gambar yang anda gunakan untuk pencarian, sekaligus halaman website yang memuat informasi terkait gambar tersebut.

Mengapa Visual Search Menjadi Trend SEO di Masa Depan?

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa terdapat banyak situs SEO Expert yang menyebutkan bahwa Visual Search akan menjadi salah satu trend SEO di masa depan. 

Hal ini bukan hanya sekedar prediksi kosong. Sebenarnya terdapat banyak data dan studi yang mendukung mengenai prediksi ini. Salah satunya datang dari data dari backlinko:

Backlinko mengungkap bahwa saat ini Google Lens, yang tidak lain adalah salah satu aplikasi yang menggunakan teknologi visual search ini telah digunakan lebih dari 1 miliar kali.

Tidak hanya Google Lens, Pinterest juga mendapatkan lebih dari 600 juta penelusuran  menggunakan teknologi Visual Search setiap bulannya.

Selain itu, halaman business wire sempat melakukan studi dan menemukan bahwa 36% dari konsumen produk di Amerika menggunakan teknologi visual search untuk menemukan informasi dari produk yang mereka cari.

Dari beberapa data yang saya sebutkan di atas, anda tentunya telah mengerti bahwa teknologi visual search adalah teknologi yang kemungkinan besar akan menggantikan teknologi text search di masa depan.

Hal tersebutlah yang membuat anda yang memiliki website harus segera beradaptasi dengan teknologi penelusuran dan sekaligus upcoming SEO Trend yang satu ini.

Keunggulan Visual Search

Jika dinilai dari segi pengguna, teknologi visual search adalah teknologi yang sangat bermanfaat. 

Teknologi penelusuran ini sangat efektif untuk mempersingkat customer journey pada saat mencari gambar serta informasi yang terkait dengannya. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan pengguna untuk menemukan gambar dan informasi yang mereka butuhkan.

Selain itu, Visual Search juga memiliki beberapa keunggulan lainnya yang membuat potensinya menjadi trend SEO di masa depan semakin kuat. Adapun beberapa keunggulan tersebut adalah sebagai berikut:

Dapat Mempermudah Pencarian Tanpa Harus Menggunakan Keyword

Salah satu keunggulan lain dari teknologi visual search adalah dapat mempermudah proses pencarian oleh pengguna. Menggunakan teknologi ini, maka pengguna tidak perlu menggunakan keyword tertentu untuk menemukan gambar atau informasi tertentu yang mereka butuhkan.

Sebagai analogi sederhana:

Misalnya anda mengunjungi suatu ruangan dan kemudian melihat sebuah tanaman décor yang anda rasa cocok untuk menghiasi kamar anda. Yang menjadi masalah, anda tidak mengetahui nama tanaman tersebut dan juga tidak mengetahui dimana anda dapat membeli tanaman tersebut.

Jika anda mencari informasi mengenai tanaman tersebut dengan menggunakan pencarian Google Search, dapat dipastikan bahwa anda akan kesulitan untuk menemukan informasi yang tepat, meskipun anda telah menggunakan banyak query dan keyword berbeda.

Di sini, teknologi visual search akan menjadi solusi atau masalah seperti yang saya gambarkan di atas. Dengan menggunakan teknologi ini, maka anda dapat melakukan penelusuran meskipun tanpa mengetahui keyword atau query yang tepat. 

Anda hanya perlu memotret atau memasukkan gambar sebagai input pencarian di visual search. Selanjutnya, teknologi ini akan langsung menyajikan penelusuran gambar dan informasi yang terkait dengan gambar tersebut.

Menyajikan Hasil Pencarian Yang Lebih Spesifik

Keunggulan lainnya yang membuat visual search adalah hasil pencariannya yang lebih spesifik. Sebuah studi yang dilansir oleh halaman slyce.it menemukan bahwa 74% konsumen menganggap pencarian berbasis memberikan hasil penelusuran yang kurang spesifik seperti yang mereka inginkan.

Dengan menggunakan teknologi visual search, anda akan dapat mengurangi waktu yang anda gunakan untuk menemukan keyword yang tepat untuk pencarian anda. Cukup dengan memasukkan gambar atau foto dari objek yang anda ingin telusuri, maka teknologi ini akan langsung menyajikan hasil penelusuran gambar dan sekaligus informasi terkait dengan gambar yang disajikan tersebut.

Singkatnya, visual search membuat anda dapat melakukan penelusuran lebih cepat dan juga spesifik.

Beda Visual Search Vs Image Search

Dikarenakan visual search dan image search dapat dikatakan memiliki format hasil pencarian yang serupa. Saat ini, masih sangat banyak praktisi SEO dan juga webmaster yang menghubungkan keduanya.

Faktanya, Visual Search dan Image Search adalah dua hal yang berbeda. Mengapa demikian?

Alasannya cukup sederhana, dikarenakan keduanya memiliki cara kerja yang cukup berbeda. Melansir informasi dari halaman SEMRush, dijelaskan bahwa pengguna image search harus menggunakan keyword tertentu sebagai input untuk mendapatkan hasil penelusuran gambar dan informasi yang terkait dengan gambar tersebut.

Hal ini berbeda dengan cara kerja Visual Search, dimana pengguna hanya perlu menggunakan gambar sebagai input untuk mendapatkan hasil penelusuran gambar dan informasi yang terkait dengan gambar tersebut.

Sebagai contoh sederhana:

Misalnya anda menggunakan image search, kemudian anda ingin mencari gambar dan deskripsi sebuah model sepatu. Untuk menemukan gambar dan deskripsi dari model sepatu ini, anda harus memasukkan keyword tertentu di penelusuran Image Search.

Sedangkan pada Visual Search. Untuk menemukan hasil penelusuran gambar dan deskripsi dari model sepatu sebelumnya, anda hanya perlu memasukkan gambar dari produk sepatu tersebut. 

Selanjutnya, Visual Search akan menampilkan hasil penelusuran gambar dan informasi dari gambar produk sepatu yang digunakan sebagai input dalam pencarian.

Cara Optimasi Website Untuk Beradaptasi Dengan Trend Visual Search

Melansir informasi dari halaman backlinko, dijelaskan terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengoptimasi visibilitas halaman website agar lebih optimal di visual search. Adapun beberapa cara yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut:

Membuat Website Lebih Mobile Friendly

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi visibilitas website di hasil penelusuran visual search adalah dengan membuat website anda lebih responsive untuk tampilan mobile. Dengan kata lain, anda harus membuat website anda memiliki tampilan yang lebih mobile friendly.

Hal tersebut didasarkan pada sejumlah analisa yang mengungkapkan bahwa terdapat hubungan antara tampilan website yang mobile friendly dengan peringkat yang disajikan oleh visual search.

Salah satu hasil analisis tersebut datang dari backlinko, situs website SEO Expert ini menyebutkan bahwa 9 dari 10 hasil penelusuran yang ditampilkan oleh Google Lens adalah website yang berhasil lolos dari Google’s mobile friendly test. Singkatnya, semua website tersebut memiliki tampilan yang mobile friendly.

Mengoptimasi SEO Gambar di Website

Cara optimasi lainnya yang dapat digunakan untuk mengoptimasi website di hasil penelusuran visual search adalah dengan mengoptimasi SEO Gambar di website anda. Dalam hal ini, anda dapat mencoba untuk melakukan hal berikut untuk mengoptimasi SEO gambar di website anda.

Memperhatikan Struktur Data Gambar

Memperhatikan struktur data gambar yang anda gunakan menjadi salah satu poin yang amat penting dalam optimasi SEO gambar di website. Hal tersebut dikarenakan, seberapa rinci mesin pencari mengidentifikasi relevansi sebuah konten juga bergantung pada struktur gambar yang ada di konten tersebut.

Dalam hal ini, terdapat 2 poin penting yang sebaiknya anda perhatikan mengenai struktur data gambar ini, yakni meliputi:

Perhatikan Relevansi Gambar

Ketika anda menentukan sebuah gambar sebagai properti pendukung konten yang anda sajikan. Anda harus memastikan bahwa gambar tersebut relevan dengan halaman konten anda. Sebagai contoh: 

Misalnya anda merilis sebuah konten artikel berita, maka gambar yang anda tempatkan pada konten artikel berita tersebut harus relevan dengan berita yang disajikan.

Pastikan URL Gambar Dapat Di Index

Selain memperhatikan tentang relevansi gambar dengan halaman konten anda, anda juga harus memastikan semua URL gambar di konten anda dapat dirayapi dan diindex oleh Google. Untuk menelusuri hal ini, anda dapat menggunakan URL Inspection Tools.

Sebagai informasi, Google Search console menyediakan fitur url inspection yang dapat anda gunakan untuk menelusuri apakah URL gambar anda telah di index atau belum oleh mesin pencari Google.

Untuk penjelasan lebih detail mengenai struktur data gambar ini, anda dapat langsung membacanya di panduan resmi struktur data yang dirilis oleh Google.

Menambahkan Alternative Text

Menambahkan alternative text juga merupakan salah satu bagian optimasi SEO gambar yang sebaiknya anda lakukan jika ingin gambar website anda optimal di penelusuran visual research. 

Sedikit mengingatkan, alternative text ini memiliki fungsi untuk mempermudah mesin pencari mengidentifikasi konteks atau topik dari sebuah gambar.

Tidak hanya itu, Alternative text juga membantu menginformasikan kepada pengunjung halaman website anda tentang konteks gambar, apabila gambar gagal dimuat. Dalam kasus ini, pengunjung akan melihat alternative text yang anda gunakan pada tempat gambar yang gagal dimuat.

Oleh karena itu, pastikan bahwa anda menggunakan alternative text ini pada gambar yang anda tempatkan di halaman konten anda. Gunakan juga keyword yang relevan pada alternative gambar tersebut.

Mengganti Nama File Gambar Dengan Nama Deskripsi

Jika anda telah cukup lama berkutat dengan dunia SEO, tentunya anda mengetahui tentang langkah tradisional SEO Image yakni mengganti nama file gambar dengan judul atau nama yang deskriptif.

Dengan mengganti nama file gambar anda dengan nama atau judul yang deskriptif dan relevan, maka hal tersebut akan membantu mesin pencari Google untuk lebih mudah mengenali gambar dan juga konteks gambar anda. Sebagai contoh:

Misalnya anda membuat sebuah artikel tentang rekomendasi sepatu dan kemudian melampirkan gambar suatu produk, sebut saja dalam kasus ini sepatu Nike Hitam. 

Google akan lebih mudah mengenali konteks gambar anda jika anda membuat nama file gambar anda dengan nama yang deskriptif, misalnya sepatu Nike Hitam, Sepatu olahraga Nike Hitam dan lainnya.

Jika anda menggunakan nama file yang tidak deskriptif seperti, IMG_23455.jpeg, maka Google kemungkinan akan kesulitan untuk mengidentifikasi konteks gambar anda.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengubah nama file gambar anda dengan nama yang deskriptif sebelum mengunggahnya di konten anda. Akan lebih baik lagi jika anda dapat menambahkan keyword relevan pada nama file gambar anda.

Menggunakan Sitemap Gambar

Langkah menerapkan optimasi SEO gambar terakhir yang dapat anda lakukan adalah menggunakan sitemap gambar. Sitemap gambar ini akan sangat membantu mesin pencari untuk melakukan crawling dan indexing terhadap gambar di halaman konten anda.

Mengingat cukup pentingnya hal ini, maka sebaiknya anda mempertimbangkan menggunakan sitemap gambar untuk website anda.

Membuat Halaman Content Rich

Membuat halaman content rich disebut sebagai salah satu cara lainnya yang dapat membantu meningkatkan visibilitas website anda di hasil pencarian visual research. 

Kembali melansir informasi dari halaman backlinko, disebutkan bahwa Google Lens cenderung menampilkan hasil penelusuran gambar yang memiliki panjang konten minimal 1600 kata. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa halaman content rich memiliki kesempatan lebih tinggi untuk muncul di hasil pencarian Google Lens.

Halaman Content Rich ini sendiri adalah halaman konten yang memiliki jumlah kata yang panjang dan juga banyak elemen HTML di dalamnya. Elemen HTML yang dimaksud di sini adalah mencakup heading, gambar, tautan, video, paragraf dan juga pemberian bold atau italic pada suatu kata/kalimat.

Untuk pembuatan halaman content rich ini, berikut beberapa checklist yang sebaiknya anda perhatikan:

Melakukan Riset Keyword

Salah satu kunci paling utama dari pembuatan halaman Content Rich adalah melakukan riset keyword. Meskipun menargetkan visual search, namun anda harus mengingat bahwa halaman konten anda juga akan akan muncul di pencarian text.

Oleh karena itu, pastikan anda melakukan riset keyword yang sesuai dengan topik halaman anda. Selain itu, untuk memaksimalkan visibilitas halaman anda untuk beberapa keyword yang terkait dengan keyword utama, pastikan anda juga melakukan riset LSI (Latent Semantic Indexing) keyword dan menerapkannya di halaman konten anda.

Membuat Konten Yang Original

Mesin pencari Google sangat menyukai konten berkualitas dan juga original. Hal tersebut adalah salah satu alasan mengapa anda harus menyajikan konten original di website anda. Selalu buatlah konten yang unik dan juga original.

Sebelum menerbitkan konten anda, pastikan juga anda untuk memeriksa apakah terdapat plagiat pada konten yang anda buat.

Mengoptimalkan Panjang Artikel

Salah satu ciri dari halaman Content Rich adalah memiliki jumlah kata yang banyak alias panjang. Hal tersebut dikarenakan content rich umumnya membahas sebuah topic secara lengkap di dalamnya. Sebagai contoh:

Jika anda membuat membuat artikel review tentang suatu produk, maka anda dapat menambahkan sejumlah subheading di artikel anda yang memuat informasi dari produk tersebut, misalnya Informasi Perilisan Produk, Manfaat Produk, Kekurangan, Harga dan pembahasan lainnya. 

Poin utama dalam hal ini adalah anda harus berupaya untuk mengoptimalkan jumlah informasi dan panjang konten yang anda sajikan.

Menggunakan Heading 

Tidak hanya memperkaya elemen HTML dari suatu halaman website, penggunaan heading dalam suatu halaman dapat memberikan kemudahan pada pembaca konten anda dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. 

Manfaatkanlah subheading ini untuk membuat konten anda lebih terstruktur dan mudah dibaca oleh pembaca anda. Dengan begitu, nilai users experience dari halaman konten anda pun akan meningkat.

Menambahkan Ordered List dan Unordered List

Saat ini, Google telah dilengkapi dengan fitur baru dalam penelusuran nya yang dikenal dengan nama featured snippet. Fitur ini menampilkan cuplikan bagian dari suatu halaman konten yang relevan dengan keyword atau query yang digunakan dalam penelusuran.

Dalam hal ini, Ordered List (daftar berurutan) dan juga Unordered List (daftar tidak berurutan) adalah salah satu jenis cuplikan yang cukup sering ditampilkan di featured Snippet. Jika dijelaskan dalam bahasa yang sederhana, Google saat ini menyukai halaman konten yang menyajikan listing di dalamnya.

Penggunaan listing ini juga termasuk salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat halaman konten anda menjadi lebih kaya.

Highlight Teks Penting Dalam Konten 

Memberikan highlight seperti bold, italic dan underline memang saat ini tidak lagi efektif untuk mengoptimasi SEO sebuah halaman konten. 

Namun bukan berarti hal ini sepenuhnya tidak lagi berguna, memberikan highlight pada sejumlah kata atau kalimat penting akan dapat memberikan signal pada pembaca anda bahwa kata atau kalimat yang di highlight tersebut penting.

Selain itu, pemberian highlight ini juga banyak disebut dapat memperkaya elemen HTML di sebuah halaman website. Namun satu hal yang harus anda ingat, pastikan tidak melakukan hal ini secara berlebihan (seperlunya saja).

Menambahkan Konten Media

Selain menyediakan gambar yang telah dioptimasi di halaman konten anda, sebaiknya anda juga menambahkan konten media lain yang dapat mendukung informasi di halaman konten anda. Sebagai contoh:

Misalnya anda membuat konten review produk A. Selain menggunakan gambar produk A di halaman konten anda, pertimbangkan juga untuk menyertakan video review atau tutorial penggunaan produk A tersebut.

Menambahkan Internal Link dan Eksternal Link

Salah satu syarat dari sebuah halaman untuk disebut halaman content rich adalah memiliki sejumlah referensi terpercaya di dalamnya yang dapat mendukung topik yang dibahas.

Terkait dengan hal ini, sangat disarankan untuk anda agar menambahkan tautan relevan ke halaman konten anda untuk mendukung informasi yang disajikan. Anda dapat menambahkan tautan ke halaman konten lain di website anda yang relevan dengan halaman konten yang anda buat. 

Selain itu, tambahkan juga tautan keluar ke halaman terpercaya seperti halaman penelitian, studi, jurnal dan lainnya untuk meningkatkan kualitas dari halaman konten anda.

Menggunakan Page Builder

Agar semakin banyak elemen HTML di halaman website anda, anda juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan page builder. Menggunakan page builder akan dapat membuat halaman website anda menjadi lebih menarik dan juga interaktif.

Rangkuman Pembahasan

Setelah membahas cukup panjang mengenai visual search, berikut ini terdapat beberapa poin penting dari ulasan saya yang sebaiknya anda catat.

Keunggulan Visual Search 

  • Dapat Mempermudah Pencarian Tanpa Harus Menggunakan Keyword
  • Menyajikan Hasil Pencarian Yang Lebih Spesifik

Perbedaan Visual Search Dengan Image Search

Visual Search menggunakan gambar sebagai input penelusurannya. Sedangkan input yang digunakan dalam penelusuran image search adalah keyword.

Cara Optimasi Gambar Untuk Beradaptasi Dengan Trend Visual Search

  • Membuat Website Lebih Mobile Friendly
  • Mengoptimasi SEO Gambar di Website
  • Membuat Halaman Content Rich

Kesimpulan 

Trend SEO hingga saat ini menjadi sangat dinamis dan terus berkembang. Untuk membuat website anda tetap exist, maka beradaptasi dengan trend SEO tersebut adalah hal yang harus anda lakukan, tidak terkecuali untuk trend Visual Search.

Berdasaran pada banyak ulasan dan juga data di atas, visual search ini nampaknya akan segera mencari trend SEO di masa depan. 

Jika anda ingin website anda mendapatkan benefit dari teknologi visual search ini, maka melakukan sejumlah langkah optimasi visual search adalah hal yang harus anda lakukan. Adapun langkah optimasi tersebut adalah beberapa cara yang saya uraikan di sebelumnya.

Itulah beberapa ulasan yang telah saya rangkum mengenai visual search dan bagaimana cara mengoptimasi visibilitas website anda di hasil penelusuran teknologi AI ini. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas SEO website anda.

Jangan lupa juga subscribe blog saya untuk mendapat update informasi lebih banyak seputar trend SEO terbaru. Terima kasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top