Meet Garuda Website. The Next Generation Digital Marketing Agency in Indonesia.

Apa Itu PageRank? Definisi dan Sejarahnya

Apa itu PageRank

PageRank adalah istilah untuk mengambarkan skor situs berdasarkan kalkulasi dari kuantitas dan kualitas tautan masuk. Ini dilakukan algoritma Google sebagai salah satu faktor penentu peringkat sebuah website. Versi Bing disebut Page Score.

Dulu, PageRank situs dibuka untuk umum. Sehingga, siapa pun dapat mengetahui skor situs versi Google ini.  

PageRank
image: mangools.com

Beberapa alat SEO pihak ketiga, juga membuat alat untuk mengukur skor situs berdasarkan asumsi masing-masing. Seperti MOZ mengunakan istilah Domain Authority (DA), Ahref pakai istilah Domain Rating (DR).

Namun, untuk skor dari pihak ketiga, Google telah mengkonfirmasi bahwa mereka tiga menggunakannya. Intinya, Google punya cara tersendiri. Dan skor situs berupa PageRank, tidak dapat diketahui oleh orang umum.

Apa itu PageRank?

PageRank adalah algoritme otoritas tautan yang dibuat oleh Google. Ini berguna untuk membantu mesin telusur membandingkan halaman yang memenuhi syarat untuk kueri tertentu, berdasarkan, seberapa sering mereka direferensikan berupa tautan di halaman situs lain. 

Dalam dunia SEO, kita sering mendengar istilah backlink.

Algoritma ini, memiliki peran besar dalam menentukan; halaman mana yang layak mendapat peringkat tertinggi, untuk kueri penelusuran tertentu.

Sejarah Singkat PageRank

Jauh pada masa awal web, mesin telusur, kesulitan memberi peringkat halaman terbaik dan paling otoritatif untuk kueri tertentu. Dimasa lalu, mesin pencari hanya mengandalkan sinyal yang sepenuhnya di kontrol oleh webmaster.

Seperti tag meta title, deskripsi, dan konten yang dibuat mengandung kata kunci dengan kepadatan tertentu. Yang kita tahu, sekarang itu bukan menjadi faktor utama lagi.

Sehingga, halaman hasil pencarian dipenuhi oleh webspam untuk hasil pencarian di mesin pencari. Mereka mendapat peringkat terbaik karena mampu mengelabui algoritma yang masih sangat sederhana.

Google muncul di akhir tahun 90-an. Mereka kemudian mampu memberi hasil pencarian yang jauh lebih baik (dan lebih bersih). Inilah awal Google mendominasi ruang pencarian web. Sejak saat itu, menjadi salah satu perusahaan terbesar (dan terkaya) dalam sejarah. 

Google dapat melakukannya karena “PageRank”. 

Makalah akademis asli tentang PageRank, diterbitkan oleh Page and Brin, saat ini masih tersedia dan dapat akses pada situs web Stanford

Kutipan dari pendahuluan ini merangkum tujuan dan nilai PageRank:

“Dalam makalah ini, kami memanfaatkan struktur tautan Web untuk menghasilkan peringkat ‘kepentingan’ global dari setiap laman web. Peringkat ini, yang disebut PageRank, membantu mesin telusur dan pengguna dengan cepat memahami heterogenitas World Wide Web yang sangat luas.”

― Google PageRank

Model Surfer Acak vs Wajar

Dalam makalah PageRank asli itu, Page dan Brin menyebutkan konsep PageRank pada model “surfer acak” – idenya adalah, bahwa PageRank akan mewakili kemungkinan surfer acak, dengan kata lain, pengguna yang cenderung mengeklik satu link pada halaman seperti yang lainnya, akan mendarat di halaman tertentu. 

Semakin besar kemungkinannya, semakin tinggi PageRank, semakin tinggi peringkat halaman tersebut dalam hasil pencarian. 

Konsep ini kemudian merevolusi bagaimana cara orang menemukan informasi di internet. Ide awal itu, memiliki langkah logis berikutnya: karena orang tidak menjelajah secara acak, PageRank harus mempertimbangkan tautan apa yang paling mungkin diklik vs tautan yang kurang jelas pada laman. 

Pada tahun 2004, Google mengajukan paten untuk apa yang mereka sebut model “peselancar yang wajar” untuk PageRank:

“Model surfer yang masuk akal ini mencerminkan fakta bahwa tidak semua tautan yang terkait dengan dokumen, sama-sama memiliki kecenderungan diikuti. Contoh tautan yang jarang diikuti dapat mencakup tautan ‘Persyaratan Layanan’, iklan spanduk, dan tautan yang tidak terkait dengan dokumen.”

Ini artinya, nilai tautan antara satu dengan yang lain, tidak diberlakukan sama. Setiap tautan dinilai berdasarkan “kepentingan” keberadaanya.

Dalam konsep, model surfer yang masuk akal tersebut menyebutkan bahwa, memberi PageRank, atau otoritas, dengan nilai sama rata untuk semua tautan pada halaman, jelas tidak mencerminkan kemungkinan sebenarnya, bahwa, tautan tertentu yang diklik ― tautan perlu diberi bobot berdasarkan lokasi kemunculannya di halaman, berdasarkan topik relevansi dan faktor lainnya.

Inilah ide dasar tulisan yang saya buat sebelumnya, pada artikel berjudul “metode link building” bahwa, tautan bernilai tinggi harus memiliki cerita, kebermanfaatan dan sesuai dengan fungsi tautan itu dibuat.

Sayangnya, model yang tepat untuk versi surfer PageRank yang wajar tidak tersedia untuk umum. Artinya ini adalah rahasia Google.

Teknologi ini sangat penting bagi kualitas dan relevansi hasil penelusuran Google. Dan hingga saat ini Google sendiri masih terus melakukan penyempurnaan dari waktu ke waktu.

Pertanyaan Umum Tentang PageRank

Bagaimana cara meningkatkan PageRank?

Perlu diketahui bahwa, kita tidak pernah tahu pasti PageRank situs kita. Namun, berdasarkan asumsi bahwa PageRank dihitung berdasarkan kualitas dan kuantitas tautan masuk, itu artinya, upaya menerapkan strategi link building adalah cara untuk meningkatkanya.

Singkatnya, langkah awal adalah memproduksi dan mempromosikan konten berkualitas tinggi di situs Anda. Sehingga itu menjadi layak untuk ditautkan oleh situs lain.

Bagaimana cara mengukur PageRank

Meskipun diluar sana ada cukup banyak layanan yang mencoba memodelkan algoritme PageRank Google, Google memiliki kalkulasi sendiri untuk PageRank. Dan itu tidak tersedia untuk umum.

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Previous Article
Apa itu TrustRank

Apa itu TrustRank? Definisi Dan Sejarah

Next Article
Haruskah Membeli Backlink

SEO Terbaru 2021: Haruskah Membeli Backlink?

Related Posts
Total
2
Share