Meet Garuda Website. The Next Generation Digital Marketing Agency in Indonesia.

Mengenal Algoritma RankBrain Google, 5 Cara Terbaik Mengatasinya

Algoritma Google RankBrain

Kali ini kita akan membahas tentang salah satu update algoritma Google yang cukup krusial. Yaitu tentang algoritma RankBrain Google. Ini cukup penting dalam SEO. Karena sangat berpengaruh terhadap peringkat situs di SERP.

Dengan memahami Google RankBrain, maka akan memberikan dampak positif bukan hanya bisa menambah wawasan Anda melainkan juga mampu membuat website Anda sesuai dengan pembaruan algoritma tersebut.

Apa itu Algoritma RankBrain Google

Algoritma Google RankBrain

RankBrain adalah algoritma yang menggunakan teknologi machine-learning artificial intelligence system (AI). Fungsi utamanya, untuk mengurutkan hasil pencarian atau bagian dari penentu peringkat di mesin pencari. Ini juga membantu Google memproses dan memahami kueri penelusuran menjadi lebih baik lagi.

Algoritma RankBrain membantu Google dalam memproses berbagai hasil pencarian yang berbeda. Kemudian dari sini Google akan menampilkan pencarian yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna internet.

Kita ambil contoh, jika sebelumnya, ketika Anda mencari dengan kata kunci “Windows theme gratis” maka hasil yang muncul adalah website yang di dalamnya mengandung keyword tersebut.

Setelah adanya algoritma RankBrain, maka dengan keyword yang sama, Google juga akan menampilkan website yang mungkin berbeda. Namun, didalamnya berisi konten yang memiliki relevansi dengan kata kunci terkait. Jadi, disini RankBrain bisa dikatakan mencoba memahami makna konten dalam suatu situs.

Terdapat satu hal yang menjadi catatan penting, Google RankBrain mengubah cara lama menjadi benar-benar baru dalam dalam SEO.

Mungkin teknik maupun cara yang sebelumnya Anda pelajari sudah tidak berlaku lagi dengan kehadiran algoritma RankBrain Google. Namun Anda harus memiliki prinsip bahwa konten yang berkualitas merupakan hal yang utama.

Tidak peduli apakah Anda menggunakan SEO on Page atau SEO off Page, yang terpenting Anda mampu menghasilkan konten dengan kualitas terbaik. Dan ini pula yang menjadi tujuan dari RankBrain tersebut.

Cara Kerja dari Algoritma RankBrain Google

Agar bisa memahami seperti apa cara kerja dari Google RankBrain, Anda perlu memahami peran utamanya yang dimilikinya. Setidaknya ada dua penting penting yang perlu Anda pahami, yaitu:

  • memahami seperti apa penggunaan kata kunci atau search query
  • melakukan analisa terhadap tingkat kepuasan pencari keyword atau pengguna

Untuk peran pertama, algoritma Google RankBrain akan menampilkan hasil pencarian yang bukan hanya relevan dengan apa yang dicari pengguna internet, melainkan algoritma ini juga akan menampilkan keyword alternatif yang masih relevan dengan keyword yang dimasukkan. Contohnya seperti yang sudah kami berikan sebelumnya.

Setelah menampilkan hasil pencarian tersebut, Google RankBrain akan menjalankan peran kedua. Algoritma ini akan bertugas untuk menganalisa seperti apa tingkat kepuasan para pengguna internet yang mengakses website atau situs yang muncul pada search engine. Jika para pengguna tersebut merasa puas dengan apa yang mereka dapatkan dari Google, maka website tersebut akan berada di posisi atas di mesin pencarian Google. 

Akan tetapi, jika pengguna tersebut merasa tidak puas, maka sudah tentu website tersebut akan turun peringkat. Bisa juga website yang bersangkutan malah tidak direkomendasikan Google sehingga membuat trafficnya akan turun drastis. Dengan kata lain, hadirnya Google RankBrain membuat Google bukan hanya bertugas menampilkan website di hasil pencarian, melainkan juga bertanggung jawab pada hasil pencarian.

Cara google dalam mengukur tingkat kepuasan pengguna

Algoritma Google RankBrain

Di dalam mengukur tingkat kepuasan pengguna, Google memiliki cara atau metode tersendiri. Dengan menggunakan metode tersebut, Google bisa mengetahui apakah pengguna yang memasukkan kata kunci tersebut merasa puas terhadap hasil yang mereka dapatkan atau tidak.

Setidaknya, terdapat 4 hal yang menjadi tolak ukur untuk mengukur dan juga menilai apakah pengguna merasa puas atau tidak. Keempat paramater tersebut akan kami jelaskan di bawah ini.

1. Bounce Rate

Paremeter pertama dinamakan Bounce Rate. Bounce rate merupakan sebuah perbandingan yang terjadi antara pengunjung yang diketahui langsung meninggalkan website tersebut setelah mengunjungi satu halaman dengan total semua pengunjung website. Misalnya terdapat 100 orang yang mengunjungi website. Ada 60 orang yang diketahui hanya berkunjung lalu pergi tanpa membuka halaman lainnya. Sementara ada 40 orang yang membuka halaman lainnya. Jika dibandingkan, maka bounce rate-nya sebesar 60%.

2. Dwell Time

Algoritma Google RankBrain juga membantu Google mengukur tingkat kepuasan pengguna melalui Dwell Time. Itu artinya, Google akan melihat total keseluruhan waktu yang digunakan pengguna mulai pertama kali membuka website sampai menutupnya. Kuncinya, semakin lama dwell time pada website, maka nilainya pun akan semakin baik. Sebaliknya, jika dwell time-nya sebentar atau sedikit, maka nilainya pun juga akan berkurang.

3. Pogo-sticking

Meskipun antara Pogo-Sticking dan Bounce Rate sepertinya sama, namun keduanya memiliki perbedaan. Ada yang mengatakan bahwa Pogo-Sticking lebih berbahaya dibandingkan dengan bounce rate. Hal yang membedakan di antara keduanya adalah mengenai waktu dan juga polanya.

Untuk bounce rate, kemungkinan waktu kunjungannya lebih lama sementara untuk pola pencariannya yaitu pada saat pengunjung tersebut keluar dari halaman. Pada Pogo Sticking, waktu kunjungannya bisa lebih cepat serta kemungkinan pengunjung tersebut akan kembali lagi ke pencarian agar memperoleh hasil yang lebih baik. 

4. Click-Through-rate (CTR)

CTR atau yang merupakan kepanjangan dari Click-Through-Rate merupakan total orang yang telah melakukan klik pada website. Prinsipnya, semakin tinggi nilai CTR maka semakin bagus reputasi atau nilai website tersebut di mata Google. 

Ke-4 parameter yang sudah kami sebutkan tadi merupakan UX atau User Experience. Semakin bagus UX pada suatu website, maka semakin bagus nilai kepuasan pengguna internet. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Apa saja? Berikut ini jawabannya:

  • Merapikan iklan serta form opt in
  • Membuat konten yang berkualitas tinggi
  • Membuat website loading lebih cepat
  • Menampilkan konten atau post yang masih relevan atau related post/content
  • Memperjelas seperti apa navigasi website

Cara terhindar dari algoritma RankBrain Google

Sekarang apa yang harus Anda lakukan agar terhindar dari algoritma Google RankBrain? Tentu kuncinya adalah membuat konten yang berkualitas serta memastikan tingkat kepuasan pengunjung website Anda bagus. Hal ini bisa Anda lakukan dengan menerapkan beberapa cara seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini. Dengan begitu, maka website akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan website Anda akan memperoleh posisi yang bagus di mesin pencari.

1. Hindari menggunakan long-tail keyword

Cara pertama untuk menghindari hukuman dari algoritma Google RankBrain adalah dengan tidak menggunakan long-tail keyword. Biasanya orang-orang cenderung memilih menggunakan long-tail keyword karena jumlah pesaing serta pencariannya tidak terlalu banyak. Ketika menggunakan konten dengan long-tail keyword, maka dapat menghasilkan traffic yang lebih bagus.

Akan tetapi, setelah kehadiran Google RankBrain maka Anda perlu memikirkan kembali penggunaan long-tail keyword. Beberapa praktisi SEO mengatakan bahwa kata kunci panjang atau long-tail keyword sudah tidak relevan lagi dengan algoritma tersebut. Adapun alasan utamanya yaitu Google sudah jauh lebih pintar dalam mengenali keyword. Untuk itu, cara terbaik yang harus Anda lakukan adalah dengan menggunakan kata kunci sedang atau medium long-tail keyword.

2. Gunakan medium long-tail keyword

Apa itu medium long-tail keyword? Medium long-tail keyword adalah kata kunci yang memiliki jumlah kata sekitar 3 sampai 4 kata. Untuk bisa menghadapi Google RankBrain, maka menggunakan medium long-tail keyword merupakan pilihan terbaik yang bisa Anda lakukan.

Akan tetapi, di dalam memilih medium long-tail keyword tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini karena persaingannya yang cukup tinggi. Kuncinya adalah Anda harus mencari total pencarian yang tinggi dengan jumlah persaingan yang rendah. Dengan begitu, maka Anda bisa sukses menerapkan penggunaan medium long-tail keyword.

3. Perhatikan penempatan keyword

Cara ketiga yaitu dengan memperhatikan penampatan kata kunci. Untuk penempatan kata kunci yang tepat akan kami jelaskan di bawah ini.

  • Tempatkan medium long-tail keyword pada URL

Kami menyarankan agar Anda tidak membuat URL yang terlalu panjang. Solusi yang bis Anda lakukan yaitu dengan meletakkan medium long-tail keyword pada URL tersebut. Misalnya, Anda ingin menggunakan keyword “tempat makan terkenal”. Untuk susunan pada URL-nya yaitu “namadomain.com/tempat-makan-terkenal”.

  • Tempatkan medium long-tail keyword di H1/H2

Cara kedua adalah dengan menempatkan kata kunci medium di H1 maupun H2. Itu artinya, Anda bisa menempatkannya sebagai judul artikel maupun di bagian body konten yang Anda miliki.

4. tidak menggunakan dua atau lebih kata berbeda dengan makna yang sama

Cara lain yang juga harus Anda lakukan website Anda siap menghadapi algoritma Google RankBrain adalah dengan tidak menggunakan 2 kata atau lebih yang berbeda namun memiliki makna yang sama. Misalnya, terdapat 3 kata kunci yaitu SEO Apps, SEO Software, maupun SEO Tools. Anda harus bisa menghindari ketiga dari kata kunci yang memiliki makna yang sama tersebut pada tempat yang sama.

Anda harus memisah ketiganya. Lebih baik lagi jika Anda membuat konten dari masing-masing kata kunci tersebut. Dengan begitu, maka website Anda bisa terhindar dari algoritma Google RankBrain serta website Anda akan berada di posisi yang bagus pada search engine.

5. Tingkatkan user experience

Keempat cara yang sudah kami jelaskan akan terasa kurang jika Anda belum mengetahui cara yang kelima. Cara kelima ini bisa dikatakan sebagai bagian terpenting. Kuncinya adalah kepuasan seseorang yang mengunjungi website Anda. Maka dari itu, Anda perlu adanya peningkatan terhadap UX Signal. Dengan begitu, ketika banyak orang yang merasa puas setelah mengunjungi website Anda, bisa dipastikan bahwa website Anda sesuai dengan ketentuan Google.

Dengan begitu, maka website Anda pun akan menjadi salah satu yang direkomendasikan Google. Setelah itu, otomatis website Anda akan mendapatkan posisi teratas di mesin pencari dan traffic-nya pun akan semakin meningkat. Hal ini sudah pasti akan memberikan keuntungan kepada Anda.

Demikian informasi yang bisa kami jelaskan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan algoritma Google RankBrain. Kesimpulannya, Google RankBrain merupakan sebuah algoritma baru yang bertugas untuk membuat pencarian lebih efektif sehingga mampu memberikan hasil yang lebih bagus. Algoritma ini mempunyai kemampuan untuk bisa mengubah secara otomatis algoritma pada pencarian.

Anda perlu memahami cara kerja dari algoritma Google RankBrain. Selain itu, pastikan Anda selalu menghadirkan konten yang berkualitas. Ketika Anda memiliki konten berkualitas, maka para pengunjung akan puas. Karena informasi yang disajikan sesuai dengan yang mereka cari. Semakin banyak pengunjung yang merasa puas, maka semakin bagus nilai atau reputasi website Anda. 

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
2
Share