Categories
Website Design

5 Cara Meningkatkan Penjualan Online Melalui Desain Website

Tingkat konversi adalah tujuan utama dari sebuah website bisnis. Kecuali, Anda online hanya untuk bersenang-senang saja. Bagaimana cara meningkatkan penjualan online? Pertanyaan itu seharusnya, selalu bergema dalam ruang pikir Anda.

Sehingga, memungkinkan Anda mencari cara dan ide untuk mencapainya.

Anda boleh saja melakukan kampanye iklan dengan biaya mahal. Dan itu memungkinkan, terjadinya lonjakan kunjungan ke website Anda. Web Anda menjadi ramai seperti pasar. Tapi, bagaimana dengan finalisasinya? Terjadi konversi atau tidak? Terjadi transaksi atau tidak?

Traffic website memang penting. Karena itu memberi Anda potensi terjadinya konversi. Nah.. kembali ke konversi! Karena memang itu tujuannya.

Upaya membangun traffic akan sia-sia, jika itu tidak mampu meningkatkan penjualan online Anda.

Desain website adalah cara meningkatkan penjualan online

Penyabot diam dari tingkat konversi website adalah desain website yang buruk. Atau desain yang cantik namun tidak ada strategi, kecerdasan, dan tehnik terstruktur. Yang mengarahkan pengunjung website menuju apa yang Anda inginkan.

Website Anda, adalah pusat utama untuk merek dagangan Anda secara online. Kendaraan utama untuk berinteraksi dengan audiens. Media yang mengkomunikasikan apa yang menjadi visi dan misi Anda.

Dan.. ya itu yang tadi, konversi!

Apa pun jenis konversi yang Anda cari – mendaftar, berlangganan, klik, registrasi, daftarkan, beli, gabung, tonton, dll. – desain website harus mendukung proses penjualan online itu. Membuat konten, beriklan dan upaya lainnya, secara alami adalah strategi untuk memandu pengunjung melalui website. Dan pada akhirnya, seharusnya terjadi tindakan. Konversi!

Sekali lagi saya tegaskan disini, desain website memegang peranan penting dalam cara meningkatkan penjualan online Anda. Jadi, jangan anggap remeh, apalagi menjadi nomor 2 dalam rencana bisnis online Anda.

Desain website yang baik, adalah sederhana. Tegas, lugas, dan tuntas. Memudahkan pengunjung untuk memahami apa yang Anda inginkan. Mempercepat, terjadinya tindakan yang finalnya pada konversi.

Ada lima peluang utama untuk menyederhanakan desain website dalam cara meningkatkan penjualan online perusahaan Anda. Yakni, sebagai berikut;

Baca juga artikel ini; Bagaimana Menerapkan Strategi Desain Website Minimalis

Menyederhanakan Navigasi

Kurangi klik, perpendek proses penjualan, dan hapus jalur yang rumit. Ini cara meningkatkan penjualan online yang paling penting. Navigasi yang sederhana dan terstruktur, akan meningkatkan konversi.

Untuk website utama, pertimbangkan, hanya memuat halaman yang merupakan bagian dari perjalanan pembelian Anda — halaman yang menjawab pertanyaan dan memberikan informasi dalam tahap kesadaran, pertimbangan, dan keputusan.

Semua elemen dan menu navigasi lainnya, dapat ditempatkan di bagian footer atau di sub menu.

Lihat gambar dibawah, semua itu adalah bagian footer dari website saya.

Untuk halaman penjualan, landing page, dan halaman opt-in, hapus semua navigasinya. Ini untuk menjaga pengunjung tetap pada halaman dan fokus pada tindakan.

Anda bisa lihat halaman contoh ini; Web Design Servicess

TAKE ACTION: Tinjau navigasi Anda. Apakah ada tombol navigasi yang lebih penting bagi Anda, daripada audiens Anda? Apakah ada halaman termasuk yang bukan bagian dari saluran penjualan inti Anda? Pertimbangkan menghapusnya. Atau kalau sayang bangettt… pindahkan ke footer.

Hapus Gangguan!..

Hal terburuk yang dapat terjadi di website adalah, ketika seorang pengunjung yang sudah mendekati titik konversi. Baik dalam bentuk mendaftar, membeli atau lainnya, terganggu oleh sesuatu hal. Mungkin pop-up, atau tawaran menarik lainnya. Sehingga fokus mereka berpindah.

Mereka, meninggalkan keranjang belanja. Atau lupa untuk melakukan pembelian. Dan tenggelam dalam tawaran Anda yang lain. Atau dalam fokus lainnya.

Sayangnya, ini terjadi terlalu sering. Karena, sebagian besar website berada pada kekacauan yang mengganggu ini.

Sidebars penuh dengan promosi afiliasi, iklan dan memasukkan begitu banyak panggilan untuk bertindak, ikon media sosial, tautan berbagi sosial, dan entah apalagi.

Itu membuat pengunjung Anda menjadi kacau. Dan pada akhirnya lelah. Untuk mengikuti berbagai hal yang menurut Anda penting itu. Panggilan untuk aksi yang bersaing muncul di halaman yang sama. Konten rias yang penting bagi pemilik situs, tetapi tidak penting bagi audiens.

Semua itu hanya melemahkan semangat mereka.

Baca juga; Desain Website itu Untuk Audiens Anda

Jadi, apa pun, selain tombol untuk konversi. Tempatkan jauh dibawah.

TAKE ACTION: Nilailah, seberapa banyak gangguan yang terjadi di website Anda. Dan kurangi itu? Apakah Anda benar-benar membutuhkan bilah sisi? Apakah konten di bilah sisi Anda menambah nilai bagi pengunjung Anda? Apakah membantu mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan lebih cepat? Atau lebih mudah Apakah Anda berlebihan dengan ikon media sosial? Jawab semua pertanyaan itu, dengan tindakan pada website Anda.

Citra yang Relevan

Meskipun fotografi khusus adalah pilihan terbaik, terkadang anggaran hanya memungkinkan untuk foto biasa. Tetapi jika Anda tidak hati-hati, norak, murahan, foto generik dapat membuat gagasan yang salah tentang merek Anda.

Saat menggunakan pencitraan photo, cari gambar yang relevan dengan pesan dan konten Anda. Hindari gambar yang terlalu buram, terlalu bahagia, dan terlalu berpose untuk gambar yang lebih konseptual.

Saat menggunakan gambar di website Anda, jangan hanya memikirkan satu gambar pada satu halaman. Pikirkan tentang website atau halaman penjualan secara keseluruhan. Gambar yang digunakan di seluruh website Anda, harus memiliki gaya yang konsisten, termasuk warna yang konsisten, atau menjadi bentuk yang konsisten.

Untuk memandu perhatian pengunjung secara visual pada konten tertentu, gunakan gambar dengan isyarat visual yang menunjuk ke arah itu.

Ini disebut tatapan fokus. Misalnya, gambar di sebelah kiri ajakan untuk bertindak, harus secara visual mengarah ke kanan, mengarahkan mata pengunjung ke ajakan untuk bertindak.

Saat menampilkan fakta, angka, studi, statistik, atau informasi teknis, pertimbangkan untuk menggunakan bagan, grafik, infografis, dan tangkapan layar untuk mengomunikasikan data secara visual. Dan mudahkan pembaca untuk memahami informasi tersebut.

Citra E-Commerce:

Ketika membeli produk secara online, terutama untuk pertama kalinya, orang ingin dapat melihat apa yang akan mereka dapatkan. Mereka ingin dapat memeriksanya dari berbagai sudut, melihat gambar besar dengan banyak detail, dan memperbesar dan melihat lebih dekat.

Berikut cara meningkatkan penjualan di situ e-Commerce itu:
  • Gunakan gambar besar dan indah dari produk Anda
  • Jadikan gambar Anda interaktif, memungkinkan pembeli memperbesar, memutar, mengubah warna, dll.
  • Tambahkan beberapa gambar produk yang ditampilkan dari sudut yang berbeda
  • Tambahkan gambar produk dalam konteks yang digunakan atau yang sama.

TAKE ACTION: Tinjau semua gambar di website Anda dan evaluasi relevansinya dengan pesan, konten, dan sasaran. Apakah gambar menampilkan merek dan produk Anda di tingkat tertinggi? Apakah ada cukup gambar? Apakah semua gambar memiliki gaya atau nuansa yang konsisten? Apakah gambar membantu memandu pengunjung untuk mengambil tindakan. Atau malah mengalihkan perhatian mereka?

One Call To Action

Setiap halaman atau posting di website Anda, harus memiliki satu tujuan konversi utama. Dan satu ajakan bertindak untuk mencapai tujuan itu.

Jika Anda membingungkan dan membanjiri calon pembeli Anda dengan ajakan lain yang bersaing untuk ditindaklanjuti, pada halaman yang sama, mereka mungkin tidak akan mengambil tindakan sama sekali.

Demikian juga, jangan membuat mereka memilih, terutama ketika itu antara sesuatu yang gratis dan sesuatu yang dibayar. Karena, mereka hampir selalu akan memilih opsi gratis.

Jika Anda harus menyertakan ajakan bertindak sekunder, seperti pada posting blog, pastikan desain ajakan bertindak, menghormati hierarki halaman. Jadi, buat tawaran heboh besar, tawaran sekunder harus lebih rendah, seperti tautan teks.

TAKE ACTION: Evaluasi setiap ajakan untuk bertindak di website Anda. Apakah Anda memiliki beberapa penawaran yang bersaing di halaman yang sama? Apakah Anda memiliki opt-in di sidebar dan konten? Buat penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan panggilan utama untuk bertindak menonjol

Satu Warna “Aksi”

Hati-hati jangan sampai terlalu gila dengan warna. Sementara beberapa merek dapat melakukan pelangi warna. Untuk sebagian besar website terlalu banyak warna lebih merupakan gangguan.

Sebagai gantinya, pertahankan satu atau dua warna primer dan satu warna aksi. Harus ada kontras tinggi antara warna situs utama, dan warna tindakan. Sehingga menonjol dan mudah dikenali.

Warna tindakan hanya digunakan untuk item tindakan. Seperti tautan, tombol, dan penawaran khusus, terutama tombol konversi penting. Seperti Anda menambahkan ke troli dan memeriksa tombol.

Dengan hanya menggunakan warna tindakan untuk item tindakan, Anda dapat melatih pengunjung untuk mengenali dan mengaitkan warna dengan melakukan sesuatu, seperti mengklik tautan, mengklik tombol, membeli produk, mendaftar untuk webinar, dan memilih ikut serta dalam penawaran.

TAKE ACTION: Apakah semua item tindakan di website Anda memiliki warna yang sama? Apakah warnanya berbeda dengan warna primer? Jika Anda tidak memiliki warna tindakan khusus, pertimbangkan untuk memperbarui desain website Anda. Jika Anda tidak punya waktu atau tidak memungkinkan untuk melakukannya, saya dapat membantu Anda.

1 reply on “5 Cara Meningkatkan Penjualan Online Melalui Desain Website”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *