Meet Garuda Website. The Next Generation Digital Marketing Agency in Indonesia.

Mengenal apa itu Konten KPI + 4 metrik penting untuk diketahui

Disinilah letak pentingnya taktik manajemen reputasi yang akan membuat atau menghancurkan performa situs Anda.
Konten KPI dalam bisnis

Key Performance Indicator (KPI) atau indikator kinerja utama terhadap konten : apakah membuat atau mematahkan upaya-upaya konten marketing?

Mengapa pertanyaan diatas muncul?

Saat Anda tidak mempertimbangkan konten KPI apa saja yang akan ditampilkan dalam laporan berkelanjutan. Hingga akhirnya mempengaruhi keseluruhan strategi konten. Anda juga mungkin membuat kesalahan atas penilaian yang hasilnya berdampak negatif yakni merusak pemasaran konten dan SEO.

Note

apa itu Konten KPI

Patut diingat bahwa ketika Anda mempertimbangan atau menyampaikan indicator kerja utama (KPI) yang salah. Anda juga membuat keputusan berdasarkan hasil yang mungkin benar ataupun salah. Ketika hasil telah dilaporkan, strategi konten dapat terlihat disusupi oleh ketidakpastiaan. Hal tersebut dapat menggagalkan kesuksesan strategi konten.

Oleh karenanya, perhatikan konten KPI konten paling umum, serta apa yang mereka lakukan untuk membantu pekerjaan marketer online menjadi lebih sukses.

Indikator kinerja utama (KPI) dalam lingkup pemasaran online dapat dibagi menjadi empat kategori, antara lain

  • Metrik SEO,
  • Metrik Bisnis dan Konversi,
  • Metrik Keterlibatan Media Sosial,
  • Metrik Keterlibatan Pengguna Internet.

KPI Bagian 1 : Metrik SEO

Metrik SEO merupakan semua metrik yang termasuk dalam keranjang SEO:

  • Tautan-tautan,
  • Peringkat atau posisi SERP Organik,
  • Klik,
  • Organik klik melalui rasio (CTR),
  • Tayangan,
  • Kecepatan halaman.

Suatu SEO biasanya menggunakan metrik untuk membuat laporkan peningkatan kinerja dalam hasil pencarian. Termasuk membuat laporan kepada klient, pemegang perusahaan dari suatu perusahaan, kepada atasan atau bos.

Indikator kinerja utama (KPI) ini bernilai karena memiliki kemampuan pelacakan hal-hal detail. Contohnya sebagai berikut :

  • bagaimana performa situs dalam hasil penelusuran,
  • jangkauan lalu lintas organik,
  • seberapa tinggi pencarian pasar yang didapat dari hasil penggunaan kata kunci,
  • lalu lintas pengunjung situs
  • berapa lama waktu pengunjung berada dalam situs, dan fungsi metrik lainnya.

Saat laporan metrik tidak benar akan memperlihatkan hasil negative, seperti keputusan buruk atas penilaian dan strategis.

Hal tersebut membuat pengaplikasian SEO secara keseluruhan menjadi tidak bagus.

Katakanlah Anda telah menemukan pengguna internet yang menghabiskan begitu banyak waktu mengunjungi situs. Pengunjung tersebut hanya melihat konten tertentu dalam waktu satu bulan. Akan tetapi pada bulan selanjutnya pengunjung tidak kembali membuka situs lagi.

Banyak hal yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Sangat penting untuk memeriksa kesalahan teknis dan masalah spesifik lainnya yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Salah satu penyebabnya adalah situasi yang terjadi secara musimam, tergantung jenis atau topic situs yang ditangani.

Apabila Anda membuat beberapa perubahan berdasarkan metrik SEO hanya selama satu bulan tanpa mengolah data selama satu tahun. Maka kemungkinan Anda menciptakan penilaian dan keputusan tanpa mempertimbangkan aspek musiman.

Hal ini dapat berdampak buruk ke depannya.

Dimana saat ini sudah membuang eksekusi yang sangat bagus berdasarkan asumsi yang salah terhadap metrik SEO tertentu yang diaplikasikan.

KPI Bagian 2: Metrik Bisnis dan Konversi

Jenis metrik kedua ini dinilai sangat bermanfaat untuk mengkalkulasikan bisnis dari berbagai sisi. Metrik bisnis dan konversi akan membantu serta memastikan bahwa metrik situs web diterjemahkan menjadi metrik bisnis yang paling penting.

Dimana dapat menentukan apakah perusahaan terus berjalan: seperti ROI atau laba atas investasi.

Jangan membohongi diri sendiri. Mulai dari SEO, pemasaran konten, pemasaran media sosial, tidak hanya upaya kreatif semata, melainkan termasuk upaya bisnis

Semua upaya yang dilakukan tersebut wajib dilaporkan secara akurat, ringkas, dan dikemas sedemikian rupa dengan ketepatan ROI kepada ahli yang tahu dan bertanggung jawab.

Inilah yang memungkinkan suatu bisnis tetap membuka pintunya. Jadi, bisnis akan tetap berjalan dan terlihat di masa mendatang.

Simak contoh berikut ini, bagaimana seorang pemasar konten dapat melacak ROI melalui pemasaran konten:

Sebut saja Anda hendak menyesuaikan pemasaran konten dengan frase kata kunci dan strategi eksekusi konten tertentu dalam pikiran. Disini akan muncul pertanyaan bagaimana Anda melacak ROI?

Salah satu contohnya yakni menggunakan frase kata kunci. Jangan lupa untuk selalu memastikan frase tersebut mempunyai kinerja efektif dalam bentuk volume pencarian.

Terutama wajib senantiasa memastikan penggunaan frase kata kunci yang tepat pada satu tempat di halaman yang hendak dioptimasi.

Perkembangan beberapa bulan kemudian, ketika Anda menyelesaikan laporan metrik konten dan ROI tersebut akan muncul laporan mengenai konten. Khususnya pertanyaan mengenai apakah konten itu sendiri telah diaplikasikan dengan cara efektif.

Hasil akhirnya akan terlihat setelah menerjemahkan kata kunci yang diperoleh berupa konversi. Mengenai perhitungan hasil ROI didapat dari rumus ROI berikut ini.

ROI = Laba Bersih / Total Investasi * 100

Intinya adalah selalu memastikan jika Anda dapat melacak kinerja frasa kata kunci tersebut melalui cara tertentu.

Jika tidak ada volume pencarian, tetapi ada metrik lain yang berhubungan dengan peningkatan kinerja yang positif (contohnya Biaya Per Klik atau Cost Per Clict atau persaingan pasar). Ini merupakan indicator jika frase kata kunci yang digunakan cukup kompetitif. Sehingga menunjukkan tingkat kelayakan untuk digunakan sebagai kata kunci SEO.

Tetapi sebagai contoh diatas hanya dengan menggunakan kata kunci karena itu lebih baik untuk pengguna yang tidak ada kesalahan saat melakukam volume pencarian. Serta suatu SEO yang bijak melakukan yang terbaik untuk mencari kata kunci yang lebih sedikit. Sekaligus juga memiliki volume pencarian untuk membantu mempermudah pelacakan dan melaporkan hasil.

Metrik konversi bisnis lain yang harus diperhatikan meliputi tingkat konversi. Dalam hal ini rasio konversi akan memberi tahu Anda mengenai sisi lain dari bagaimana kinerja konten sebenarnya.

Apabila konten di situs Anda yang memiliki tingkat konversi rendah, dan orang-orang hampir tidak pernah menggunakan layanan Anda. Kemungkinan besar sudah saatnya mempertimbangkan pengujian A / B untuk mengidentifikasi di mana perbaikan dapat dilakukan. Sehingga dapat memastikan bahwa optimasi konten menuju ke arah yang positif.

Satu lagi metrik yang penting digunakan agar terus-menerus memantau laporan dan ulasan.

Disinilah letak pentingnya taktik manajemen reputasi yang akan membuat atau menghancurkan performa situs Anda.

Ulasan membentuk persepsi bisnis terhadap calon klien. Persepsi atau pandangan ini akan membuat klien tertarik atau menolak bekerjasama dan akhirnya pergi.

Contoh 1

Katie telah memiliki bisnis selama setahun, dan tidak memiliki apa-apa selain ulasan berbintang pada produk dan layanan yang disediakannya. Seorang petinggi besar dari perusahaan Fortune 500 menemukan layanan yang Katie sediakan dan melihat semua ulasan positifnya.

Ulasan berbintang pada produk dan layanan milik Katie ini akhirnya membawanya menjalin kontrak kerjasama dengan salah satu perusahaan top di dunia. Alhasil, Katie memperoleh kemenangan besar sepanjang menjalankan bisnisnya.

Kontrak tersebut membuat penghasilan Katie melambung tinggi hingga mencapai angka ratusan ribu dolar per tahun. Semua dapat terjadi karena Katie sangat berhati-hati terhadap ulasan produk dan layanannya.

Contoh 2

Berikut ini contoh bisnis yang tidak bertahan lama apabila prinsip manajemen reputasi tidak diterapkan.

Take Taryn, seorang pengusaha yang mengalami kegagalan bisnis selama lebih dari empat tahun. Bahkan tidak banyak hal positif yang terjadi dalam bisnisnya. Hal tersebut disebabkan karena sikap Take Taryn terhadap para pelanggan sangat buruk. Sehingga banyak dari pelanggan mengeluh tentang layanan yang ia sediakan.

Setelah melihat banyak pengaduan, akhirnya dewan direktur administrasi untuk lisensinya menangguhkannya situsnya. Hal tersebut terjadi setelah semua pengaduan pelanggan diverifikasi dan terlihat kenyataan sikap Take Taryn.

Hal ini menjadi salah satu contoh reputasi negatif yang tidak melibatkan manajemen reputasi untuk mengurangi risiko.

Banyak dari metrik yang kita bahas dalam ulasan ini dan apakah efektif kesuksesan strategi pemasaran online atau justru menghancurkan strategi pemasaran online.

KPI Bagian 3: Metrik Keterlibatan Media Sosial

Saat Anda memikirkan metrik keterlibatan media sosial, biasanya yang tergambar adalah media sosial populer seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Instagram. Sejak awal penerapan strategi pemasaran online sebaiknya mempertimbangkan metric ini.

Tetapi tahukah Anda bahwa metrik keterlibatan media sosial memiliki dua kemungkinan yakni membuat ataupun menghancurkan strategi pemasaran online?

Mulailah berpikir tentang hal ini:

Keterlibatan media sosial menjadi metode utama untuk meningkatkan jangkauan merek terhadap konsumen nyata secara online karena sebuah alasan. Dimana saat ini media sosial digandrungi masyarakat untuk berkumpul, mengobrol, dan terlibat dengan pembicaraan merek, selebriti, teman, dan hal favorit yang didiskusikan.

Disinilah media sosial berperan tidak sekedar platform sosial semata. Media sosial dapat menyebabkan ledakan jangkauan media sosial melalui percakapan.

Oleh karenanya, pastikan jika Anda sudah menggunakan metrik keterlibatan media sosial yang tepat. Poin ini merupakan bagian penting dari laporan efektifitas konten dalam KPI Anda.

Contoh

Anda ingin melaporkan konten paling populer yang banyak dikonsumsi oleh segmen pasar. Segmen pasar disini adalah membaca. Laporan perform konten terbaru Anda dijabarkan sebagai berikut:

Artikel berjumlah 7000 kata.

Telah dibaca sebanyak 5000 kali.

Telah dibagikan oleh pengguna media sosial menggunakan komposisi berikut ini:

  • 2.500 kali pada halaman Facebook,
  • 2.700 kali pada halaman Twitter, dan
  • 1.700 kali pada halaman LinkedIn

Melihat performa konten terdeskripsikan bahwa segmen pasar Anda dengan konten artikel 7000 kata berjalan dengan sangat baik. Selain itu, audiensi produk dan layanan terhadap pembaca terus mengalami perkembangan positif.

Hal ini juga memberitahu Anda bahwa audiens lebih menyukai konten berisi dengan substansi tentang topik situs. Apalagi audiens tidak ragu-ragu membagikannya ke orang lain dengan minat yang sama.

Apabila hal ini terjadi maka contoh laporan KPI menjadi efektif. Meskipun mempertimbangkan beberapa metrik, tetapi membantu kami menciptakan strategi konten untuk jangka waktu panjang. Sekaligus membantu Anda untuk menyesuaikan konten dengan keinginan audiens.

Serta memberitahu secara spesifik bagaimana cara menyesuaikan konten dengan kebutuhan audiens.

Selain itu, untuk melanjutkan tema tentang kesalahan dalam penilaian mungkin terjadi jika Anda tidak mempertimbangkan metrik kontribusi lainnya.

Katakanlah jika konten Anda sangat efektif untuk dijadikan konten saat liburan Natal yang akan dibagikan selama bulan Desember.

Disini tidak mencari informasi yang dapat menyesatkan audiens agar percaya bahwa semua konten untuk blog harus ditulis dengan cara yang sama.

Intinya harus mempertimbangkan segala informasi. Terutama ketika membuat keputusan berdasarkan data pelaporan konten KPI konten akan membantu membuat opsi yang lebih baik dan tepat. Khususnya opsi mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya dalam strategi konten.

KPI  Bagian 4: Metrik Keterlibatan Pengguna

Metrik satu ini penting untuk laporan KPI mengenai kinerja situs website. Disini Anda akan diberitahu mengenai tingkat keefektifan konten dan lalu lintas pengunjung website.

Hal-hal seperti tingkat konversi, waktu kunjungan halaman, rasio keterlibatan, dan tampilan halaman dapat mengalami kekeliruan laporan. Akibat kesalahan penilaian tersebut akan membuat Anda kebingungan menentukan langkah selanjutnya menjalankan strategi konten.

Contoh

Mari ambil contoh dari konten artikel yang sudah dibagikan sebanyak 5000 kali. Dilihat dari rasio konversi cukup tinggi, tingkat konversi menunjukkan lebih dari 50 persen. Artinya kemungkinan besar hasil dari konten tersebut adalah 2.500 penjualan layanan atau produk.

Akan tetapi jika menggali lebih dalam lagi metrik keterlibatan audiens terhadap pesanan tidak semudah yang dibayangkan. Faktanya dalam 2500 penjualan tidak serta merta didapat dari satu publikasi konten saja. Justru dari perkiraan 2500 audiens tersebut didapatkan hasil 1 pembeli. Apakah ini mengesankan?

Apabila hal ini terjadi maka penilaian dan lanjutan strategi akan semakin rumit. Sebab, Anda hanya menghitungkan dimensi keterlibatan dari 2500 audiens saja yang langsung dikonversikan sebagai pembeli.

Dalam hal ini sangat dibutuhkan peranan dari Google Analytics atau UTM parameters.

Ketika mengaitkan metrik konversi media sosial ke penyelesaian sasaran di Google Analytics, Anda akan mengetahui siapa saja pengguna yang menyelesaikan pembelian layanan. Hal tersebut disajikan lebih efektif dan spesifik.

Metrik keterlibatan pengguna juga berguna untuk mencari tahu apa yang dilakukan pengunjung terhadap situs Anda

Contohnya apabila Anda menemukan bahwa sebagian besar lalu lintas dari Google terlihat pada 10.000 halaman berharga. Namun, Anda hanya memiliki 25.000 halaman di situs. Supaya lalu lintas efektif maka 15.000 halaman tersebut perlu dipangkas.

Berbeda jika Anda memiliki situs dengan 25.000 halaman. Dimana seluruh 25.000 halaman menerima lalu lintas yang cukup baik. Namun, beberapa pengunjung menghabiskan waktu lebih banyak waktu pada halaman tertentu saja.

Disinilah, Anda perlu melakukan pengujian A / B. Sasaran dari pengujian A / B untuk mencari tahu bagaimana cara membuat laman agar dapat menarik lalu lintas dan keterlibatan pengunjung. Sehingga akhirnya konversi situs meningkat.

Mengapa Konten KPI dan Laporan KPI Penting untuk Keseluruhan Strategi Konten?

Banyak konten KPI tersedia untuk melaporkan bagaimana kinerja konten secara online. Laporan KPI selanjutnya dapat digunakan guna mengidentifikasi dan membentuk strategi konten Anda secara menyeluruh.

Caranya dengan memilih KPI yang tepat, pengumpulan data yang tepat, dan mencapai kesimpulan yang benar sesuai dengan laporan dari indikator kinerja utama.

Seperti kemungkinan menyesuaikan strategi SEO supaya sesuai dengan yang diharapkan pengunjung. Selain itu, apa saja yang akan sukses mereka beli.

Saat Anda menerapkannya secara mungkin menarik panggilan penilaian yang baik, hingga akhirnya mendatangkan kesuksesan jangka panjang.

Sampai akhirnya, Anda akan  menentukan apa yang diperlukan untuk membuat strategi konten yang sukses. Serta bagaimana strategi mengalahkan pesaing di ruang internet.

Ingat belum ada yang berhasil saat mengalami bisnis vakum tanpa mengumpulkan data yang memadai agar mendukung kesimpulan mereka. Memilih KPI yang tepat sangat penting karena mempengaruhi laporan harian. Selain itu dapat menciptakan atau menghancurkan bisnis Anda.

Inilah alasan mengapa informasi diatas akan sangat membantu dalam strategi pemasaran online. Terutama memastikan bahwa akhirnya Anda dapat meraih keberhasilan dalam setiap upaya yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Previous Article
Affiliate Marketing

Profesional Affiliate Marketing, Cara Kerja + 6 Kelebihannya

Next Article
Backlink Otomatis

Dapatkan Backlink Otomatis Dengan Mudah Dari 5 Jenis Konten Ini

Related Posts
Total
1
Share